Golkar Kecewa Abdul Gafur Dikalahkan di Pilkada Mauluku Utara

Kompas.com - 03/06/2008, 11:33 WIB

JAKARTA, SELASA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menyatakan rasa sedih dan kecewa beratnya setelah calon Gubernur Maluku Utara pasangan yang diusung Partai Golkar, Abdul Gafur, dinyatakan kalah dalam pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) di Provinsi Maluku Utara.

Kekecewaan DPP Partai Golkar itu disampaikan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Surya Paloh kepada pers, seusai mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuka rapat kordinasi teknis (Rakornis) bendahara Partai Golkar di ruang Bhinakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/6) pagi.

Saat pers ingin mewawancarai Jusuf Kalla, ia malah menunjuk menunjuk Surya Paloh. Sementara, Kalla sendiri hanya mendengarkan penjelasan Surya Paloh dengan serius tak jauh dari posisi berdiri Surya Paloh. "Tentu, kita sedih, berempati, dan kecewa. Itu satu fakta yang terasa dalam semangat dan emosi para konstituen partai Golkar. Namun, tidak berarti bahwasanya ini suatu hal yang barangkali--katakanlah--kita langsung ambil sikap tidak mengenal lagi hubungan silaturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Surya Paloh.

Diakui Surya Paloh, Partai Golkar sangat prihatin. "Saya kira, ini menjadi perhatian yang sangat besar dari partai untuk tetap bertahan atas ujian yang dihadapi saat ini," tambahnya. Namun begitu, ia menegaskan keyakinannya di masa depan, perjuangan partai Golkar dalam memiliki semangat untuk membangun Indonesia tidak akan berkurang pasca keputusan pemerintah yang mengeceawakan ini.

Kekecewaan petinggi Partai Golkar tampak terlihat sekali ketika kemarin Menteri Dalam Negeri Mardiyanto memutuskan untuk memenangkan pasangan Thayin Harmaini daripada memenangkan pasangan Abdul Gafur yang kemenangannya pernah diakui oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Selama hadir dalam acara pembukaan Rakornis Bendahara Partai Golkar di panggung acara, Kalla bersama Surya Paloh tampak serius sekali mendiskusikan buntut keputusan Mendagri dalam pemilu Maluku Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau